Bumi Milik Kinan “2”

Sudah beberapa bulan ini Bumi semakin akrab dengan Kinan, teman-teman OSIS mereka berdua, teman main Bumi maupun teman main Kinan pun menyadari akan hal itu. Anehnya Bumi dan Kinan merasa cuek saja bahkan tidak tau kalau mereka sedang digosipin oleh teman-teman mereka. Sebab hanya mereka yang tahu bahwa sebenranya mereka hanya teman baik saja. “mang, es teh manis satu” pinta Bumi ke mang-mang minuman di kantin, segera ia menyelinap di antara teman-temannya yang sedang lahap makan siang di kantin “bro, bayarin gue yak, nggak bawa duit gue” ujar Yudhis sambil terus menghabiskan sisa mie ayam di mangkoknya “lah, bego terus kenapa lo mesen makan kalau nggak bawa duit bloon” teriak Bumi di telinga Yudhis “dia asalnya minta bayarin gue ituu” potong Adwi “Ah kampret lo emang Dhis, eh makasih mang, ini sekalian mie ayamnya Yudhis satu” Bumi mengambil gelas es the manis yang diberikannya dan uang 10ribuan di kantong kemejanya. “broo, lo sama lagi deket sama siapa sih sebenernya?” Ekky tiba-tiba nimbrung “hah? Nggak lagi deket sama siapa-siapa ko” Bumi menjawab pertanyaan Ekky dengan santai “ah kata anak-anak lo lagi deketin Rima yang kemarin ikut Jambore bareng lo tapi gue lihat kayanya lo kemana-mana sama Kinan melulu dah” , “ah perasaan lo aja kali, si Kinan mah udah punya cowo yang senior itu, masih awet dia” jawab Bumi.”ya siapa tau kan, lo nikung doi Bum hahaha” seru Ekky sambil ketawa sinis “sial lo!” Bumi melemparkan es batu ke muka Ekky “eitss, nggak kena HAHAHA” “awas lo yee, udah ah gue mau ke kelas belum ngerjain tugas” Bumi beranjak meninggalkan meja kanti tersebut, dibelakangnya teman –teman Bumi terus berteriak siul-siul meledek Bumi. Bumi sendiri bingung, dia memang tertarik sama Kinan tapi melihat hubungan Kinan sama Bayu yang semakin membaik membuatnya enggan untuk menyatakan perasaannya walaupun akhir-akhir ini Bumi memang sengaja mendekati Kinan lebih intens tapi kayanya sia-sia. Bumi sedang melamun sampai akhirnya lagu “Untitled” dari Maliq and D’essentials berbunyi dari handphonenya yang menandakan ada sms masuk.

From : Kinan

Bum, dimana?

Temenin ke perpustakaan yuk

Ada buku baru, yang kemarin

kita perdebatin itu loh

tentang ekonomi Asia

gue tunggu di depan kelas yaa

Kinan? Wah boleh nih..

To : Kinan

Oke meluncur

“Gimana? Benar kan opini gue kemarin? Hahaha lo kalah Bum! Lo harus traktir gue” ledek Kinan

“iya, oke gue traktir lo, tapi terserah gue ya mau nraktir apaan, dimana sama kapan” ujar Bumi seraya memukul pelan kepala Kinan dengan buku yang habis mereka baca tersebut.

“aww sakit Bum! Huh, oke deh tapi harus di tempat yang enak! Haha”

Bukannya Bumi tidak tahu mengenai keadaan ekonomi di Asia ini, Bumi sebenarnya lebih mengetahui banyak dibanding Kinan tentang perekonomian di Asia yang tahun 2017 nanti diprediksikan akan mengalahi Eropa. Bahkan tahun 2015 nanti, ASEAN akan menjadi komunitas perekonomian terbesar dimana Bandung akan menjadi pusat fashion di Asia. Tapi Bumi sengaja mengalah, dan ngotot di hadapan Kinan bahwa perekonomian di Eropa tidak dapat dikalahkan mengingat tipikal orang Barat yang kerja keras dan tidak dapat dikalahkan, ya inilah namanya cinta, rela terlihat bodoh hanya supaya bisa lebih dekat dengan orang yang disukanya.

“eh Bum, kayanya lo dipanggil anak – anak deh tuh di lantai 3, kesana gih” Kinan menepuk pundak Bumi sambil menunjuk ke lantai atas di sebrang kelasnya.

“ohiya ya, yaudah deh gue ke atas dulu ya” Bumi berlari kecil meninggalkan Kinan yang juga memasuki kelasnya. Tanpa mereka berdua sadari, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka sejak beberapa hari ini. Sepasang mata tersebut milik teman dekat mereka yang tinggal di kelas sebrang.

**

“baiklah rapat saya tutup, semoga teman-teman bisa menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan jobdes yang sudah saya berikan, rapat berikutnya akan diadakan seminggu lagi dari sekarang. Terimakasih” Bumi menutup rapat pada hari itu seraya membereskan kertas-kertas yang ada di mejanya sementara anak-anak lainnya sudah keluar ruangan tinggal menyisakan Bumi, Kinan, Thia Kepala Divisi humas dan Esha Ketua OSIS, Kinan sendiri merupakan sekretaris eksternal OSIS.

Sudah seminggu ini Bumi dan anak OSIS lainnya memang sedang sibuk menyiapkan acara Young Leadershi/YL yang akan diadakan sebulan lagi, apalagi Bumi merupakan ketua panitia dalam acara tersebut. Kinan sudah tidak heran kenapa Bumi yang terpilih, walaupun Bumi merupakan sesosok laki-laki yang menyebalkan, berantakan dan selengean tapi Kinan tahu bahwa sebenarnya Bumi adalah anak muda yang intelek, wawasannya luas, dan pola pikirnya beda dengan anak muda kebanyakan. Oleh karena itu, pantaslah Bumi ditunjuk sebagai ketua panitia dalam acara rutin tahunan ini.

“Nan, thankyou ya udah bisa bikin Bumi berubah drastis kaya gini ya walaupun masih berantakan sedikit sih” bisik Esha di telinga Kinan supaya tidak terdengar oleh Bumi

“apa deh Sha, gue itu nggak pernah nyuruh dia rubah ini itu, Bumi nya aja yang tiba – tiba berubah kaya gitu, jadi nggak pernah terlambat sama ngerokok di sekolah lagi” balas Kinan cepat dengan volume agak sedikit keras

“heh, jangan keras-keras ntar kedengeran sama Buminya. Haha iya deh, tapi emang bener sih kata anak-anak, semenjak Bumi dekat sama lo dia jadi berubah” Esha duduk di hadapan Kinan, diikuti oleh Thia.

“iya Nan, gue perhatiin juga gitu sih, Bumi banyak berubah banget semenjak deket sama lo. Gue aja nih yang temenan sama dia dari kelas satu kerasa banget berubahnya Nan” Thia ikut menambahkan

“kata anak-anak? Emang pada ngomongin gue sama Bumi? Bagus deh kalau gitu haha tapi yaa gue nggak ngelakuin apa-apa sih sebenernya” Kinan tersenyum sambil melirik ke Bumi yang masih sibuk beresin kertas-kertas di mejanya.

“apa bener ya yang anak-anak bilang kalau..” Esha baru saja akan mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba Bumi muncul di hadapannya

“hayoo lagi pada ngapain lo, ngomongin gue ya” ujar Bumi kegeeran sambil ngacak-ngacak rambut Kinan

“dih, apaan sih geer banget deh lo Bum” Kinan mengangkat tangan Bumi yang lagi di atas kepalanya

Esha dan Thia bengong melihat kelakuan dua manusia di depannya, mereka yakin ada sesuatu di antara Bumi dan Kinan tapi belum diketahui oleh Kinan. Ya.. sepertinya Bumi menyukai Kinan, tapi Kinan tidak tahu.

“yaiya dong, abis kalian ngobrol nggak ngajak-ngajak gue, yaudah yuk pulang. Bayu nggak jemput kan” Bumi menarik pelan lengan Kinan agar berdiri dari tempat duduknya

“nggak ko, yaudah yuk.. duluan ya Sha, Thia” Kinan berdiri mengikuti Bumi yang sudah berjalan di depannya

“duluan yaaa” Bumi berteriak dari pintu ruangan

“yoooo” Esha dan Thia menjawab dengan berbarengan seraya ikut beranjak untuk meninggalkan ruangan tersebut

Bumi berjalan cepat di depan Kinan, sepatu yang diinjak, seragam yang dikeluarkan, jaket yang dipegangnya seakan-akan sudah menjadi ‘identitas tetap’ untuk Bumi. Ya, Bumi memang tidak bisa diubah dan Kinan pun memang sedari awal tidak berniat untuk merubah Bumi, semua berjalan begitu saja. Selama beberapa saat Kinan memandangi Bumi, dipikir-pikir Bumi lucu juga walaupun tidak setampan Bayu. Bumi sering kali membuatnya tertawa di saat sedang sedih, Bumi yang tiba-tiba ngelus kepala Kinan, sampai Bumi yang tiba-tiba ngajak ngobrol Kinan tentang mimpinya yang ingin keliling Indonesia sampai ke pelosok-pelosok, semua itu dilakukan di saat Kinan sedang sedih memikirkan Bayu.

“Nan, sakit?” Bumi seketika menoleh kebelakang dan menaruh telapak tangannya di kening Kinan

Hah? Aduh ngelamun kan gue, semoga aja Bumi nggak tau apa yang lagi gue pikirin. Kinan terperangah dalam hati.

“nggak ko, yee asal lo Bum, siapa yang sakit sih” Kinan melepas tangan Bumi dari keningnya takut diliat anak-anak di sekolahnya

“lagian sih lo ngelamun terus, pucat lagi muka lo, makan dulu deh yuk” jawab Bumi seraya menarik tangan Kinan

Duh, kok jadi deg-degan gini sih gara – gara Bumi narik tangan gue. Kinan memegang mukanya, berharap tidak panas, karena sudah jadi kebiasaan Kinan kalau lagi malu atau deg-degan kulit mukanya menjadi panas.

“Bum pelan-pelan nariknya” Kinan mengucapnya pelan-pelan

Kinan mengikuti langkah Bumi di depannya yang semakin cepat, ingin rasanya Kinan melepas tangan Bumi dari tangannya karena takut dilihat teman-teman di sekolah tapi entah kenapa Kinan merasa nyaman.

**

“Terkadang kita harus benar-benar merasakan jatuh cinta terhadap seseorang yang belum tentu mencintai kita sampai kita sadar mencintai itu nikmat rasanya”

Ringtone handphone Bumi berbunyi..

From : Kinan

Bum, dimana? Gue takut

Di rumah sendirian, nyokap lagi dirawat di RS

Bokap sama adik-adik gue pada nganter

Kinan.. tumben sms gue duluan, loh Bayu emang kemana…

Saat itu juga Bumi menelepon Kinan, Kinan-nya nangis bikin Bumi bingung harus ngapain. Bumi tidak pernah menghadapi perempuan yang lagi nangis kaya gini apalagi alesannya karena takut. Dari percakapan di telepon malam itu Bumi jadi tahu kalau Bayu tidak pernah ada untuk Kinan tapi Kinan selalu ada untuk Bayu. Bumi juga jadi tahu kalau Kinan itu dibalik sifat jutek, galak, cerewet dan tegar nya adalah seorang perempuan yang rapuh, penakut dan kurang percaya diri. Di malam itu, malam yang sangat berkesan untuk Bumi sampai- sampai tidak menyadari orangtuanya menguping di balik kamar lantas menggedor pintu Bumi menyuruh lekas tidur, malam itu untuk pertama kalinya Bumi merasa ada perempuan yang sangat ia sayang dan ingin ia lindungi selain ibu dan adiknya, malam itu pertama kalinya Bumi berkata “jangan takut, jangan nangis kan ada gue. Gue temenin sampai lo ngantuk ya”.

Panas.. malu.. deg-degan.. bahkan hingga Bumi sendiri merasa kaget karena kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa persiapan tanpa pemikiran dan tanpa Bumi sadari kata-kata itu berhasil menenangkan Kinan juga menjadi salah satu kalimat pernyataan Bumi yang paling Kinan suka sampai kapanpun

{continue..}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s