Cinta itu Asri

“Bagaimana caranya mengulang waktu?”

Asri membetulkan posisi duduknya sambil bertanya pada Biru sahabatnya yang masih asyik mengunyah cireng

Biru menoleh enggan, menganggu konsentrasi mengunyah saja pikirnya

“Untuk apa?”

“Hah?”

“Ya untuk apa Asri? Untuk apa lo mau mengulang waktu?” Biru mulai kesal sama sahabatnya yang oon ini, heran deh kok bisa-bisanya sih dia menyukai perempuan ini.

Yup betul, Biru menyukai Asri. Itulah faktanya, fakta yang sudah Biru pendam selama 2 tahun terakhir ini. Dan Biru masih saja menutup rapat-rapat perasaannya pada Asri, sebab ia tidak ingin hubungan ini berakhir begitu saja apabila Asri jadi menjauh karenanya

“Gue mau mengulang waktu sebelum gue kenal Cakra, gue nggak nyesel.. cuma.. gue merasa bodoh deh, gue jatuh cinta terlalu dalam sama dia yang jelas-jelas cuma manfaatin gue doang” Asri menatap sungai buatan di depannya. Cafe yang Asri dan Biru datangi ini memang lagi hits di kota Bandung, di dalamnya terdapat hamparan taman luas lengkap dengan sungai buatannya, pengunjung cafe pun dimanjakan dengan bean bag berwarna warni sebagai tempat nongkrong mereka dan kali ini cafe tersebut menjadi pilihan Asri dan Biru untuk melepas penat setelah pulang dari kelas dadakan yang diadakan dosennya di hari Sabtu.

Biru mengambil cirengnya lagi untuk yang kesekian kali, kali ini ia kunyah secara perlahan sambil memastikan komentar yang akan ia lontarkan akan berfaedah buat Asri. Ingin rasanya Biru berkata jujur, tapi kalau jujur menghancurkan segalanya untuk apa?

“Heh, lo tuh nggak bersyukur ya. Allah tuh nunjukin sifat asli Cakra cepat-cepat supaya lo nggak makin terjerumus nantinya. Ambil positifnya, dengan adanya kejadian begini kan lo jadi lebih hati-hati kedepannya dalam berhubungan. Lagian gua heran sama lo, bisa bisanya ngomong kalau lo jatuh cinta. Emang lo tau cinta itu apa?”

“Lah, emang lo sendiri tau cinta itu apa?” Sahut Asri sambil melempar potongan kecil cireng kepada Biru

“Oy oy makanan tuh jangan dibuang-buang..hmm.. tentang itu, gue juga nggak tau persis sih hehe”

“Yee asal ngomong lo nyet, gue kira lo lebih paham dari gue huu lagian gimana lo lebih paham tentang cinta ya hahaha gue aja nggak pernah denger lo suka sama perempuan” jawab Asri yang sudah mulai tersenyum kembali

Biarlah, biar gue yang paham gimana rasanya mencintai. Bagi gue, cinta itu cukup dengan ada di dekat elo gue bahagia. Bagi gue, cinta itu liat lo bahagia dan gue pun bahagia. Bagi gue, nggak apa apa gue nggak bisa memiliki lo asal gue bisa ada di dekat lo dan memastikan nggak akan ada laki-laki lain yang menyakiti lo.

Karna, bagi gue.. cinta itu Asri

Nindy, 11 Sept 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s